CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM)
Dosen Pengampu:
Dr. Indro Kirono MM.
Oleh:
Mamik Andriyani (14311005)
FAKULTAS EKONOMI PRODI MANAJEMEN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di tengah persaingan bisnis yang
sangat ketat dewasa ini, perusahaan-perusahaan besar mulai mengalihkan
perhatian mereka dari sekedar mengembangkan produk dan layanan yang unggul ke
penciptaan pengalaman personal pelanggan. Hal ini dilakukan dengan suatu
kesadaran yang utuh bahwa hubungan dengan pelanggan sangatlah penting di dalam
pembentukan brand equity dan brand value yang pada gilirannya akan menciptakan
lsan yang kokoh bagi perkembangan (growth) dan kelangsungan (sustainability)
perusahaan. Sikap para top eksekutif perusahaan-perusahaan besar tersebut telah
mendorong kemunculan Customer Relationship Management (CRM) yang secara konsep
bukanlah hal yang baru, namun dalam proses implementasinya dewasa ini telah
mengalami suatu perkembangan yang luar biasa sehingga impian untuk dapat
menciptakan one-to-one relationship dapat terwujud. Customer Relationship
Management telah terbukti memberikan kontribusi yang sangat penting terhadap
pembentukan brand equity dan brand value suatu perusahaan.Tahap penting di
dalam CRM adalah implementasi, paper ini akan membahas bagaimana suatu CRM di
implementasikan, faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam
pengimplemntasian CRM maupun saran tentang kunci dalampenerapan CRM.
Customer
Relationship Management (CRM) merupakan salah satu sarana untuk menjalin hubungan yang berkelanjutan
antara perusahaan dengan para stakeholder
maupun shareholdernya.
Saat ini banyak perusahaan yang memanfaatkan Customer Relationship Management (CRM) untuk menjalin hubungan
dengan pelanggan. Dengan memanfaatkan CRM,
perusahaan akan mengetahui apa yang diharapkan dan diperlukan pelanggannya
sehingga akan tercipta ikatan emosional yang mampu menciptakan hubungan bisnis
yang erat dan terbuka serta komunikasi dua arah di antara mereka. Dengan
demikian kesetiaan pelanggan dapat dipertahankan dan tidak mudah berpindah ke
lain produk dan merek sehingga diharapkan akan terjalin value chain yang
kuat di antara mereka melalui customer relationship (hubungan dengan
pelanggan). Untuk dapat meningkatkan CRM, perusahaan tidak segan melakukan
investasi yang cukup mahal dan teknologi canggih yang mampu memberikan layanan
yang maksimal bagi pelanggan.
1.2 Rumusan Masalah
Didalam makalah ini, penulis akan
membahas tentang jenis-jenis, konsep desain, implementasi, cara pemakaian,
infrastruktur, alasan diterapkannya CRM, hambatan, dan contoh aplikasi CRM.
1.3 Tujuan
Untuk mengetahui jenis-jenis CRM,
konsep desain CRM, dan Implementasinya, selain itu bagaimana cara pemakaian
CRM, infrstruktur CRM, alasan diterapkan CRM, hambatan CRM, dan seperti apa
contoh aplikasi CRM didalam suatu perusahaan.
1.4 Manfaat
Supaya kita bisa mendapatkan wawasan
tentang jenis-jenis CRM, konsep desain CRM, dan Implementasinya, selain itu
bagaimana cara pemakaian CRM, infrstruktur CRM, alasan diterapkan CRM, hambatan
CRM, dan seperti apa contoh aplikasi CRM didalam suatu perusahaan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian CRM
Martin et al (2005, p.194) menambahkan
“A CRM system attempts to provide an integrated approach to all aspects of
interaction a company has with its customers, including marketing, sales and
support. The goal of a CRM system is to use technology to forge a strong
relationship between a business and its customers. To look at CRM in another
way, the business is seeking to better manage its own enterprise around
customer behaviors”. Kutipan ini menyatakan bahwa sistem CRM berusaha
menyediakan sebuah pendekatan terintegrasi terhadap semua aspek dalam
perusahaan dalam kaitannya dengan pelanggannya, yang meliputi marketing,
sales and support. Tujuan dari sistem ini adalah dengan penggunaan
teknologi diharapkan terjadi jalinan hubungan yang kuat antara perusahaan
dengan pelanggannya. Dengan kata lain, perusahaan berusaha mengelola kinerja
perusahaannya dengan lebih baik.
Menurut O’Brien (2002, p.130), “CRM
uses information technology to create a cross-functional enterprise system that
integrates and automates many of the customer serving processes in sales,
marketing, and product services that interact with a company’s customers. CRM
systems also create an IT framework that integrates all of these processes with
the rest of a company’s business operations. CRM systems consist of a family of
software modules that perform the business activities involved in such front
office processes. CRM software provides the tools that enable a business and
its employees to provide fast, convenient, dependable, and consistent service
to its customers.” Kutipan ini berarti bahwa CRM menggunakan teknologi
informasi untuk menciptakan cross-functional enterprise system yang
mengintegrasikan dan mengotomatisasi proses layanan pelanggan dalam bidang
penjualan, pemasaran, dan layanan produk/ jasa berkaitan dengan perusahaan.
2.2 Jenis jenis CRM
CRM yang terdiri dari ketiga konponen di atas memiliki
tujuan secara umum yaitu untuk memaksimumkan keuntungan perusahaan sejalan
dengan meningkatkan dan memelihara kepuasan pelanggan.
Secara garis besar, CRM dapat diklasifikasikan
dalam jenis, yaitu :
1. Operational CRM
Mencakup otomatisasi yang terintegrasi dari keseluruhan
proses bisnis, termasuk di dalamnya customer
touch-points dan customer channels
dan integrasi front office-back office.
Operational CRM mengoptimasi proses bisnis yang
berinteraksi secara langsung dengan pelanggannya. CRM memiliki berbagai macam
aplikasi yang diterapkan dalam pemasaran, penjualan dan pelayanan yang
mendukung proses bisnis. Aplikasi proses bisnis yang menerapkan hal diatas
tergolong dalam aplikasi operasional.
Aplikasi operational CRM dibedakan
menjadi dua, yaitu:
a. Customer-Facing Application
Faktor utama dari aplikasi CRM Customer-Facing adalah
contact center, Sales Force Automation,
dan field service. Disebut Customer-Facing karena pada kenyataanya,
pihak perusahaan ini langsun berhubungan dengan pelanggannya.
b. Customer-Touching
Applications
Faktor utama dari aplikasi CRM Customer-Touching application adalah Campaign management, e-commerce, dan Self-Service Customer Support. Disebut Customer-Touching karena pelanggan
berhubungan langsung dengan aplikasi system daripada berhubungan dengan
perwakilan perusahaan.
Strategi operational CRM ini memfasilitasi traditional CRM, yang berfokuskan
bagaimana membuat pelayanan, penjualan dan atau departemen pemasaran lebih
efisien dan meningkatkan profitabilitas perusahaan dan pelanggan. Sedangkan
infrastruktur dan servis dari collaborative
CRM mmbuat perusahaan dapat berinteraksi dengan channelnya, yakni semua pihak
yang memungkinkan berhubungan dengan perusahaan.
2. Analytical CRM
Merupakan proses analisis dari data-data yang dihasilkan
pada Operational CRM. Tantangan bagi perusahaan sekarang ini adalah untuk
mengerti apa yang menjadi permintaan pelanggan dan memberikan respon, secara
lebih baik, mengantisipasi kebutuhan mereka. Namun, banyak perusahaan hanya
berfokus untuk mengimplementasikan penggunaan CRM hanya sebatas untuk
‘mendengar’ kebutuhan dan keluhan dari pelanggan, yang pada praktisnya hanya
berkonsentrasi pada komponen operational
dan collaborative CRM, sehingga
analisis akan pemahaman dan pengenalan terhadap pelanggan yang sebenarnya belum
terjadi. Diperlukan komponen Analytical
CRM untuk mengoptimalkan hubungan perusahaan dengan pelanggannya.
Analytical CRM memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan suatu pengetahuan
akan pelanggan dan melakukan penaksiran atau estimasi terhadap pelanggan
berdasarkan data-data analisis yang dipakai. Pengetahuan yang didapat
perusahaan adalah tentang nilai pelanggan, yang dapat mendukung chanel
pelayanan interaksi dengan lebih baik dan mendukung berbagai keputusan dalam
mensinergi penerapan operational dan atau collaborative
CRM dalam proses penjualan dan pemasaran produk, sehingga keudukannya menjadi
sangat esensial bagi component CRM lainnya.
Analytical CRM merupakan feedback loop antara interaksi pelanggan yang realtime yang terjadi pada front-end
atau back-end Scorecard untuk
menganalisa apa yang telah terjadi dan bagaimana meningkatkan cara perusahaan
berinteraksi dikemudian hari. Mengatakan bahwa analytical CRM adalah penggunaan data pelanggan untuk menganalisis,
pemodelan dan evaluasi yang ditujukan untuk mendukung perusahaan untuk
membentuk suatu hubungan yang profitable antara
perusahaan dan pelanggannya.
Analytical CRM terdiri dari semua programming
yang menganalisis data tentang pelanggan perusahaan, sehingga keputusan yang
lebih cepat dan lebih baik dapat dihasilkan.
Berdasarkan sebuah arkitel dalam Info World
Analytical CRM dapat menyediakan hal-hal sebagai berikut :
1.
kelompok segmentasi pelanggan
2.
Analisa profitabilitas,
mengetahui pelanggan mana yang profitable
selama kurun waktu tertentu
3.
Personalisasi, kemampuan untuk
memasarkan kepada pelanggan secara personal berdasarkan data-data yang ada
tentang pelanggan itu.
4.
Event monitoring, yaitu segala aktivitas
yang dilakukan pelanggan yang berkaitan dengan perusahaan dan begitu pula
sebaliknya tindakan perusahaan terhadap segala yang berhubungan dengan
pelanggannya, seperti promosi, transaksi, dan sebagainya.
Analytical CRM mampu melakukan segmentasi pelanggan, membedakan pelanggan yang memiliki
profitabilitas tinggi dengan tingkat akurasi yang lebih matang, maka return on investement (ROI) akan suatu
pelanggan dapa dipredeksi dengan baik. Dengan pengetahuan tersebut maka
penawaran yang tepat, harga yang tepat dapat ditawarkan pada saat yang tepat,
kepada pelanggan yang memang berpotensi untuk membelinya, hal ini akan
mengoptimasi pelanggan dan perusahaan. Dengan kombinasi informasi tentang
pelanggan dari semua sumber dan sarana informasi vital lainnya yang
berinteraksi dengan pelanggan, maka perusahaan dapat memperoleh gambaran yang
pasti tentang pelanggan dan perilakunya. Dengan demikian mendukung perusahaan
dalam melakukan personalisai terhadap pelanggan dan menyesuaikan diri seiring
dengan kemungkinan perubahan-perubahan yang terjadi dari permintaan pelanggan.
Analytical CRM digunakan juga sebagai
alat untuk mengevaluasi profitabilitas pelanggan, berdasarkan segmentasi dari
hasil analisa yang kuat, dan meningkatkan ROI dari pelanggan perusahaan. Dengan
menganalisa profitabilitas pelanggan, perusahaan dapat melakukan segmentasi
pelanggannya berdasarkan tingkat profitabilitasnya sehingga dapat menetapkkan
target tingkat penjualannya terhadap masing-masing pelanggan. Langkah
selanjutnya adalah menindaklanjuti feedback
loop dari hasil analisa yang telah dilakukan untuk menentukan interaksi
selanjutnya yang akan dibangun dengan pelanggan.
3. Collborative CRM
Aplikasi pelayanan yang terkolaborasi, seperti e-mail, personalized publishing, e-communities, forum diskusi, dan sarana
lainnya yang dirancang untuk memfasilitasi interaksi antara pelanggan dan pihak
perusahaan.
Perbedaan operational CRM dan Analytical CRM
Operational CRM
1.
Dibuat untuk menyediakan respon
yang cepat kepada banyak user
2.
User mengakses dan mengupdate
data
3.
User melakukan proses transaksi
dalam waktu yang singkat
Analytical CRM
1.
Didesain untuk melakukan proses
yang kompleks dan memerlukan waktu proses yang lama dan hanya digunakan untuk
beberapa user saja
2.
Selama pemrosesan, jumlah data
yang diproses banyak dan biasanya hanya dapat diretrive (read-only), dengan menggunakan query
yang kompleks
2.3 Konsep Desain CRM
Beberapa konsep desain dari system CRM adalah sebagai
berikut:
1. Data Collection: Issue yang penting dari CRM adalah bagaimana mengekspresikan
perilaku pelanggan yang online ke dalam data.
2. Data preprocessing: Data preprocessing meliputi semua aksi yang diambil sebelum proses
analisis data actual dimulai.
3. Data Mining: Tujuan dari data mining / analisis dalam CRM adalah untuk
mengekstrak informasi yang perlu di dalam menyediakan layanan kepada pelanggan
secara efisien.
4. User Interface dan
Customizing: Desain dari user interface merupakan
faktor penting dari kemajuan system CRM.
5. Knowledge Base: Perhatian utama dari system CRM adalah untuk mengerti dan membuat
latihan yang berguna dari informasi pelanggan.
6. Personalized Service: Sekarang ini, lingkungan bisnis yang kompetitif, yang menyediakan
nilai bagi pelanggan merupakan hal yang penting untuk bisnis agar dapat
bertahan. Cara menyediakan nilai bagi pelanggan adalah dengan mengenal
pelanggan dan melayani secara indvidu.
7. ASP (Application Service
Provider): memandu dan mengatur aplikasi software
kemudian mengirimkannya ke pelanggan melalui internet.
8.
Privacy Issue: merupakan bentuk
lanjut dimana web lebih mudah untuk data baru yang secara otomatis dikumpul dan
dijumlahkan ke dalam database.
Strategi CRM dipandang sebagai
bagaimana melakukan transisi dari organisasi berorientasi produk menjadi
organisasi berorientasi pelanggan. Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan
dalam strategi CRM, yaitu:
1. Membentuk suatu tim. Tim ini dianjurkan
tidak lebih dari 10 orang dengan mempertimbangkan semua divisi perusahaan. Agar
tim ini bisa bekerja sama dengan baik dan kompak maka tidak ada senioritas di
dalamnya dan perusahaan juga harus menganggarkan dana untuk tim ini.
2. Daftar minimal tiga tujuan yang hendak
dicapai. Tujuan ini bersifat jangka pendek, jangka menengah, dan jangka
panjang.
3. Segmentasikan pelanggan perusahaan sedetil
mungkin berdasarkan informasi yang diperoleh tentang mereka, misalnya
ketidaksukaan mereka terhadap perusahaan, produk atau jasa yang mereka beli
dari perusahaan, apa yang mereka suka dari para pesaing perusahaan, dan apa
yang mereka harapkan untuk masa yang akan datang.
4. Identifikasi rintangan atau hambatan yang
mungkin, misalnya masalah keuangan dan suasana yang tidak mendukung dari dalam
organisasi.
5. Formulasikan hasil kajian dari langkah 2,
3, dan 4, yaitu dengan membuat daftar prioritas utama dari tiga tujuan pada
langkah 2, kelompokan mereka ke dalam tujuan strategis dan operasional sedetil
mungkin, fokus pada perubahan organisasional yang mungkin, dan siapkan
pengukuran.
6. Komunikasikan tujuan hasil analisis
langkah 5 diatas ke seluruh perusahaan.
7. Bila perlu lakukan pelatihan ke seluruh
jajaran organisasi agar semua komponen organisasi memahami tujuan dan proses
yang akan diterapkan.
8. Rancang media untuk berinteraksi dengan
pelanggan dalam segala situasi.
9. Bila ada tawaran dari vendor tentang solusi CRM yang ditawarkan maka pertimbangkan
tawaran itu dengan baik.
10. Implementasikan suatu bentuk solusi CRM
yang berguna sebagai fasilitator hubungan dengan pelanggan,
11. Lakukan evaluasi dan kembali ke langkah 1.
2.4
Implementasi CRM
Untuk mengimplementasikan sebuah
strategi CRM, diperlukan paling tidak 3 (tiga) faktor kunci yaitu (1)
orang-orang yang profesional (kualifikasi memadai), (2) proses yang didesain
dengan baik dan (3) teknologi yang memadai (leading-edge technology).
Tenaga
yang profesional tidak saja mengerti bagaimana menghadapi pelanggan tetapi juga
mengerti
cara menggunakan teknologi (untuk CRM).
Apapun tanpa desain yang baik akan
gagal, begitu juga CRM. Perusahaan pengguna CRM harus sudah mengetahui tujuan
(business objectives) dan tuntutan bisnis (business requirements) yang
diinginkan dari implementasi CRM ini. Teknologi CRM paling tidak harus memiliki
elemen-elemen berikut:
·
Aturan-aturan Bisnis: Tergantung dari kompleksitas
transaksi, aturan-aturan bisnis harus dibuat untuk memastikan bahwa transaksi
dengan pelanggan dilakukan dengan efisien. Misalnya pelanggan dengan pembelian
besar yang mendatangkan keuntungan besar harus dilayani oleh staf penjualan
senior dan berpengalaman, dst.
·
Penggudangan Data (data warehousing): Konsolidasi dari informasi
tentang pelanggan harus dilakukan dalam satu sistem terpadu. Hasil analisa
harus mampu menampilkan petunjuk-petunjuk tertentu tentang pelanggan sehingga
staf penjualan dan marketing mampu melakukan kampanye terfokus terhadap grup
pelanggan tertentu. Nantinya gudang data ini juga harus mampu menaikkan volume
penjualan dengan cross-selling atau up-selling.
·
Situs (web): Jelas CRM harus memiliki kemampuan
swalayan. Hanya aplikasi berbasis situs (web based) yang bisa mendukung ini.
Pelanggan bisa melakukan transaksi sendiri, tahu berapa yang harus dibayar,
dsb.
Pelaporan (reporting): Teknologi CRM harus mampu
menghasilkan laporan yang akurat dan komprehen, nantinya berguna untuk menganalisa
kelakuan pelanggan, dll.
Meja Bantu
(helpdesk):
Teknologi yang mampu mengintegrasikan informasi pelanggan ke aplikasi meja
bantu akan menunjukkan ke pelanggan seberapa serius sebuah enterprise menangani
pelanggannya.
Banyak perusahaan menawarkan
solusi-solusi CRM yang ‘tinggal pakai’ yang memiliki tingkat fungsionalitas
yang beragam. Biasanya produkproduk ini sudah cukup memadai. Tetapi bukan itu
yang membuat sukses implementasi CRM. Bisnis proses yang terintegrasi dan
konsolidasi data yang sudah ada saat implementasi CRM yang bakal menjamin
suksesnya CRM itu sendiri. Karena dengan tren bisnis yang ada, tujuan utama
sekarang adalah meningkatkan loyalitas pelanggan ke perusahaan kita. Dengan
loyalitas pelanggan yang meningkat, kelangsungan bisnis masa depan bisa
berlanjut. Perusahaan-perusahaan yang menerapkan CRM mendapatkan pengertian
yang lebih baik tentang pelanggan mereka dan kebutuhan mereka. Dikombinasikan
dengan penggudangan data, bank data dan meja bantu atau pusat panggilan (call
center), CRM membantu perusahaan untuk mengumpulkan dan menganalisa informasi
tentang sejarah pelanggan, apa-apa yang menjadi kesenangannya, apa saja keluhannya
dan bahkan data lain untuk mengira-ira apa yang pelanggan akan beli di masa
datang.
2.5 Cara
Pemakaian CRM
Elemen-elemen
yang biasanya terdapat pada sebuah solusi CRM yaitu adanya gudang data (dat
warehousing) sehingga seluruh dat berada pada suatu tempat (centralized data),
tersedianya ERP untuk back office, infrastruktur yang terintegrasi dalam
perusahaan, adanya teknologi call center(telepon dab faxsimili), jarinagn
komunikasi untuk interkoneksi customer melalui internet, serta jika memungkinkan
adanya media tradisional untuk tatap muka langsung antara penjual dan pembeli. Di samping itu, ditambahkan juga
jalur pelayanan untuk pelanggan melakukan komunikasi atau penyampaian keluhan
kepada penjual.
Perusahaan
yang menerapkan CRM ini, disebut sebagai customer driven company
(perusahaan 4C). perusahaan ini memberikan pelayanan khusus secara individual
lewat produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Database
yang selalu diperbaharui merupakan alat penting untuk melakukan CRM. Komunikasi
bersifat interaktif dua arah secara terus menerus. Hal ini dilakukan
perusahaaan tersebut ingin sukses dalam situasi persaingan yang kacau, dimana
pesaing sering tidak kelihatan dan perubahan seringkali mengejutkan.
Suatu proses
memfokuskan pada pandangan jangka panjang, yaitu memberikan perhatian banyak ke
lifetime value pelanggan daripada value transaksi. Secara
praktis, ada beberapa hal yang bisa dilakukan perusahaan jika menerapkan CRM :
1. Melakukan
dialog terus menerus (ongoing) dengan para pelanggannya yaitu dengan
mengunakan web untuk komunikasi secara langsung.
2. Memperluas
pengetahuan tentang kebutuhan pelanggan sehingga perusahaan dapat mengenali
kecenderungan pola preferensi dan pembelian pelanggan yang selanjutnya bisa
digunakan untuk menciptakan individual customer solutions dari beragam business
channel dan divisi, termasuk cross-selling dan up selling.
3. Menghasilkan
usaha marketing yang efesien yaitu menerapkan cara akurat informasi
tentang pelanggan yang selalu tersedia dan dapat diakses untuk mencapai target
yang lebih tepat.
4. Mengantisipasi
apa yang diharapakn pelanggan yaitu mencapai suatu tingkat jasa baru dengan
menawarkan kepada pelanggan informasi dan jasa sesuai dengan yang mereka
inginkan.
5. Mengoreksikan
beragam departemen atau divisi secara harmonis dengan memberikan akses data
pelanggan kepada call center, sales force dan departemen lain didalm
organisasi. Data ini harus realtime.
6. Memberikan
pesan yang konsisten kepada pelanggan secara menyeluruh dalam organisasi yaitu
memberikan strategi custemer service yang terkonsolidasi di setiap point
of contact dengan pelanggan sebagai unified entity.
2.6
Infrastruktur CRM
Infrastruktur dari CRM adalah Sebagai
berikut :
1.
Data pelanggan yang
terintegrasi
Kemampuan
untuk mengakses, mengolah dan memproses semua yang berhubungan dengan pelanggan
adalah salah satu kunci suksesnya CRM. Tanpa data dan informasi yang jelas
tentang pelanggan maka akan sulit mengetahui keinginan dan kebutuhan pelanggan.
2.
Hubungan informasi pelanggan
yang terintegrasi
Hubungan yang baik dengan pelanggan
adalah dengan melayani dimanapun mereka, kapanpun juga, dan dengan sarana
apapun. Sebagai contoh Halo BCA yang memberikan pelayan 24 jam.
3.
Bisnis proses yang terintegrasi
Lingkungan bisnis harus terintegrasi, sebagai contoh bila
penjualan dan pelayan terpisah. Penjualan selama siklus penjualan dan pelayanan
setelah aktivitas penjualan, naka pelanggan akan mendapatkan jawaban yang
berbeda tergantung dengan siapa mereka berbicara. Pelanggan memerlukan
pelayanan baik pada saat membeli maupun setelahnya.
4.
Extended enterprise yang
terintegrasi
v Customer care
Untuk mendapatkan kesetiaan pelanggan terhadap suatu
produk, maka suatu perusahaan harus bekerja sama dengan mitranya, dengan vendor
infrastruktur CRM melalui internet dan intranet. Dengan infrastruktur ini ,
maka perusahaan dan partner dapat berbagi informasi, berkomukasi dan
berkolaborasi dengan menggunakan aplikasi web
v System terintegrasi
Teknologi yang dapat digunakan antara lain:
a) Legacy
System (Sistem Lama)
Banyak organisasi yang masih mempunyai system lama yang tidak bias
dihilangkan dan harus terintegrasi dengan infrastruktur CRM. Sehingga
membutuhkan system yang dapat mengekstrak data dari system lama ini.
b) Data
warehousing
Data warehouse mengektrak data dari system
transaksi dan menyatukan informasi
sehingga lebih efektif untuk dianalisa.
c)
Decision support technology
Memungkinkan pengambilan keputusan
berdasarkan data yang berelasi. Juga memungkinkan perusahaan menentukan
pelanggan terbaiknya.
d)
Computer Telephony Integration
(CTI)
2.7 Alasan
diterapkannya CRM
Senjata atau kunci untuk memenangkan pundi-pundi
sang raja adalah mengerti dan memuaskan keinginannya masing-masing sambil
mengembangkan interaksi dua arah dengan setiap pembeli yang patut diberi
prioritas perusahaan. Inilah yang dikenal dengan istilah Customer Relationship
Management (CRM) dan dalam perkembangannya menjadi One-to-One Marketing
Management. Ada juga yang menyebutnya mass customization.
Dalam model CRM ini kedua belah pihak, pembeli,
penjual, harus saling membangun rasa percaya satu sama lain (trust). Saat ini
semakin banyak perusahaan besar yang melakukan investasi di bidang teknologi
digital untuk mengerti dan menjamin kepuasan pelanggannya. Dengan penggunaan
teknologi digital inilah perusahaan dapat meng-customize produknya sesuai
dengan keinginan si pelanggan.
Dengan bantuan teknologi digital, semakin banyak
perusahaan yang menerapkan model CRM ini. Contohnya perusahaan berskala
internasional Levi Strauss yang memulainya sejak 1994 dengan mendesain dan mengukur
jeans pesanan setiap pelanggan yang datang ke outletnya, sehingga di lain
kesempatan sang pelanggan tidak perlu memilih dari ukuran umum, tetapi ukuran
yang khusus dibuat untuk individu tersebut. Perusahaan lain seperti Mattel yang
memproduksi boneka Barbie memulainya sejak 1998, pembeli tinggal membuka wab
site barbie.com dan mendisain sendiri boneka yang diinginkan.
CRM merupakan
suatu fokus yang memfokuskan pada pandangan jangka panjang, yaitu memberi
perhatian lebih banyak ke lifetime value pelanggan daripada value
bertransaksi. Secara praktis, ada beberapa hal yang bisa dilakukan perusahaan
jika menerapkan CRM:
1) Melakukan dialog terus menerus (ongoing) dengan para
pelanggannya, yaitu dengan menggunakan web untuk berkomunikasi secara langsung.
2) Memperluas pengetahuan tentang kebutuhan pelanggan sehingga
perusahaan dapat mengenali kecenderungan pola preferensi dan pembelian
pelanggan selanjutnya bisa digunakan untuk menciptakan individual customer
solutions dari beragam business channel dan divisi, termasuk cross-selling
dan up-selling.
3) Menghasilkan usaha marketing yang efisien yaitu menerapkan secara
akurat informasi tentang pelanggan yang selalu tersedia dan dapat diakses untuk
mencapai target yang lebih cepat.
4) Mengantisipasi apa yang diharapkan para pelanggan
yaitu mencapai suatu tingkat jasa baru dengan menawarkan kepada pelanggan
informasi dan jasa sesuai dengan yang mereka inginkan.
5) Mengoneksikan beragam departemen atau divisi secara harmonis dengan
memberikan akses data pelanggan kepada call center, sales force dan
departemen lain di dalam organisasi. Data ini harus dimutakhirkan secara real
time.
6) Memberikan pesan yang konsisten kepada pelanggan secara menyeluruh
dalam organisasi yaitu memberikan strategi customer service yang
terkonsolidasi di setiap point of contact dengan pelanggan sebagai unified
entity.
Pelanggan
dan calon pelanggan ingin berinteraksi berdasarkan syarat-syarat mereka, yang
berarti kita perlu melihat beberapa kriteria pada saat
mengevaluasi bagaimana untuk langkah selanjutnya yaitu :
v Penawaran yang tepat.
Mengutamakan penawaran yang terbaik untuk pelanggan dan meminimalkan
penawaran yang irelevan.
v Kepada pangsa pasar/pelanggan yang tepat
Menawarkan produk pada pangsa pasar yang tepat. Tidak
semua pelanggan mempunyai keinginan dan kebutuhan akan produk yang sama.
v Penawaran barang pada waktu yang tepat.
Menawarkan barang pada saat yang tepat pada saat
pelanggan membutuhkannya.
v Melalui saluran yang tepat.
Kita bisa berinteraksi dengan
pelanggan kita berbagai macam cara (direct mail, email, telemarketing,
dan lain-lain). Kita perlu memastikan bahwa kita telah memilih media yang
paling efektif untuk setiap interaksi yang berbeda.
Trend saat ini beralih dari kuantitas ke kualitas. Model CRM dipercaya
mampu mewujudkan hal itu. Untuk tetap
kompetitif, perusahan-perusahaan
mengembangkan strategi-strategi untuk menjadi customer-focused, customer-driven,
customer-centric. Semua istilah ini menjelaskan keinginan perusahaan
intuk membangun hubungan dengan pelanggan yang bertahan lama. CRM dipandang
sebagai suatu solusi yang membuat usaha-usaha ini berharga untuk perusahaan dan
juga untuk pelanggan, jadi pelanggan tidak memandang usaha-usaha sebagai hal
yang sia-sia.
Jika diperhatikan
mungkin sudah banyak perusahaan yang mengumpulkan dan menyimpan data pelanggan,
supplier dan partner bisnis mereka. Tetapi
bagaimana pun juga ketidakmampuan untuk menemukan informasi berharga
yang terdapat di dalam data tersebut menyebabkan perusahaan tersebut
mentransformasikan data menjadi informasi yang berharga. Untuk itu pihak
perusahaan harus:
v Mengumpulkan dan menggabungkan data internal dan eksternal untuk
dijadikan suatu pandangan yang dapat mengarahkan perusahaan pada tujuannya.
v Gali, cari data yang dibutuhkan untuk dijadikan informasi.
v Mengorganisasikan dan presentasikan informasi dan pengetahuan
tersebut.
2.8 Hambatan CRM
Hambatan penerapan CRM (Customer
Relationship Management), yaitu :
1. Bagi
perusahaan yang belum memiliki ERP
penerapan CRM tidak berjalan denagn optimal. Walaupun kami hanya bisa memberikan
solusi bagi perusahaan. Tingkat optimalisasinya tidak akan mencapai 100%.
2. Karena
kondidsi perekonomian masih krisis, maka banyak perusahaan yang menunda
penerapan CRM. Apalagi harga yang ditetapkan oleh vendor grobal seperti SAP,
Siebel dan Oracle relatif mahal dan dihitung dengan mata uang dolar AS.
Disamping itu masih banayk tenaga ahli yang didatangkan dari luar negeri.
3. Yang
utama adalah visi. Maksudnya cukup susah mengubah budaya (mind set)
orang-orang yang terlibat didunia TI,
terutama yang terkaitdengan CRM. Cukup banyak perubahan yang akan mempengaruhi
kepentingan individu kalau perusahaan menerapkan CRM.
2.9 Contoh Aplikasi CRM
Banyak perusahaan di dunia yang
menerapkan CRM sejak pertama kali ditemukan. Salah satunya adalah Eli Lilly
& Company, sebuah perusahaan farmasi yang mengimplementasikan penggunaan sales-force
automation, call center dan beberapa aplikasi software dari
Siebel untuk mendukung usahanya dalam rangka memperkenalkan merek produk obat
yang dipasarkan. Menurut Roy Dunbar, Chief Information Officer perusahaan
Eli Lilly & Company, pasien yang pernah menggunakan mereknya dulu terbiasa
menghubungi dokter pribadinya. Tetapi sekarang ia dapat menghubungi perusahaan
melalui telpon untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai produk dan
merek produknya. Dengan adanya sistem CRM, Lilly memanfaatkan layanan call
center untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan pelanggannya.
Penerapan CRM
dalam perusahaan farmasi juga mampu mendongkrak penjualan dan meningkatkan
hubungan dengan relasi yang paling dasar. Dengan CRM, perusahaan obat-obatan
akan mampu mengidentifikasi dokter mana yang proaktif dengan tenaga pemasarnya,
mengkalkulasi pendapatan potensial yang diperoleh dari hubungannya dengan para
dokter tersebut, menjalin hubungan yang lebih erat dengan para dokter yang
merekomendasikan obatnya kepada pasien. Kos Pharmaceutical Inc., sebuah
perusahaan farmasi yang memproduksi obat untuk penyakit jantung koroner dan
paru-paru, telah mengimplementasikan CRM pada 2003 dengan 500 tenaga pemasarannya.
Staff pemasarannya bertumbuh dan mempunyai komunikasi yang lebih baik antara
mereka, khususnya ketika mereka mengunjungi dokter yang sama. Para dokter
merasa nyaman karena ternyata tenaga pemasaran yang berbeda ini mampu
memberikan informasi yang berkesinambungan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
CRM
merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yang siap
bersaing menuju era globalisasi. Perusahaan harus mampu mengakomodasi keinginan
stakeholder dan shareholder nya jika ingin berkembang. Kesuksesan
dan kegagalan perusahaan tergantung pada kemampuannya untuk menjalin hubungan
yang harmonis dengan pelanggannya. Untuk mewujudkan dan menjalin hubungan yang
selaras ini perusahaan dapat memanfaatkan IT-Based program dan software-software
terkait yang mampu membantu perusahaan dalam mewujudkan efisiensi dan
efektivitas kinerja perusahaan.
Program dan software ini harus
mampu memberikan kemudahan dan keuntungan pada kedua belah pihak. Bagi
pelanggan, program dan software ini sebaiknya mudah digunakan, sangat
efektif dan efisien serta dapat dipakai untuk melacak hal-hal yang berkaitan
dengan customer relationship. Di lain pihak, pada saat yang sama,
perusahaan juga memperoleh manfaat untuk meningkatkan efisiensi dan
produktivitas perusahaan serta memberikan layanan dan pengalaman yang konsisten
bagi pelanggannya melalui berbagai sarana dan media yang bisa dipilih oleh para
penggunanya. Dengan demikian akan tercipta value chain yang harmonis
dalam jangka panjang.
DAFTAR PUSTAKA
http://csrc.lse.ac.uk/asp/aspecis/20050161.pdf
http://www.
aspective.com/Solutions/SiebelCRM/Index.aspx
Jones,
Jennifer & Trott, Bob, 2001, ‘Getting personal on multiple CRM channels”, InfoWorld,
San Mateo: May 7, 2001, Vol 23, lss.19, p.33
Martin,
E.W., Brown, C.V., DeHayes, D.W., Hoffer, J.A., Perkins, W.C., 2005, “Customer
Relationship Management”, Managing Information Technology (5th ed.),
Pearson Prentice Hall, pp. 194-196
O’Brien,
James A., 2002, “Customer Relationship Management”, Management Information
Systems: Managing Information Technology in the E-Business Enterprise (5th
ed.), McGraw-Hill Higher Education, pp.128-131.
Whitaker,
Tyler, 2005, “Streamline customer contact”, Landscape Management,
Cleveland: Apr 2005, Vol. 44, lss. 4, p.50
Hiasdinata. 2009. “Customer Relationship Management”, Customer
Relationship Management (Crm) Dan
Aplikasinya Dalam Industri Manufaktur Dan Jasa.
Hal.4-19






0 komentar:
Posting Komentar